Penggunaan seragam sekolah adalah salah satu kewajiban ketika kita masuk sekolah. Kewajiban memakai seragam sekolah tentu tidak hanya di Indonesia saja yang mengaplikasikannya, namun di seluruh dunia pun ikut mewajibkan peraturan ini.

Namun beda dengan peraturan yang ada di Purwakarta, pemerintah setempat mengeluarkan pengecualian bagi siswa yang berasal dari ekonomi kurang mampu tidak diwajibkan untuk menggunakan seragam sekolah. Kebijakan baru tersebut dikeluarkan seiring dengan dimulainya kegiatan belajar – mengajar tahun 2017/2018.

“Tidak boleh ada paksaan bagi pelajar SD dan SMP di Purwakarta untuk mengenakan seragam sekolah jika kondisi ekonomi pelajar tersebut dinilai kurang mampu,” kata Bupati setempat Dedi Mulyadi di Purwakarta, Selasa, sebagaimana diberitakan tribunnews.

Ia mengaku mengeluarkan kebijakan terkait seragam sekolah, karena selama ini cukup banyak keluhan dari orang tua yang tidak mampu membeli seragam, sepatu dan peralatan sekolah yang lain.

Sejarah seragam sekolah permana indonesia

 

Lalu, darimana sejarah penggunaan seragam sekolah di Indonesia ?

Budaya berseragam awalnya datang ke tanah air kita Indonesia diperkenalkan oleh Jepang. Seperti yang kita tahu, negara Jepang pernah menjajah negara kita hanya 3,5 tahun. Namun budaya Jepang yang terkenal akan disiplinnya diaplikasikan salah satunya masalah seragam sekolah ini. Seragam sekolah ini juga diterapkan pada sekolah yang bernuansa agama Kristen – Katholik yang dikelola oleh kolonial Belanda pada saat itu.

Akhirnya kebiasaan menggunakan seragam saat melakukan kegiatan belajar di sekolah diteruskan hingga saat ini. Pada saat pemerintahan Orde Baru yang saat itu dipimpin oleh Presiden Soeharto, akhirnya peraturan seragam sekolah ini diatur dengan tegas melalui surat keputusan Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah yang berisi tentang penggunaan seragam sekolah bagi para siswa  pada 17 Maret 1982. Salah satu dasar pemikiran penetapan seragam, adalah meniadakan kesenjangan sosial di sekolah, juga menamkan rasa persamaan. Karenanya, SK ini mengatur jelas soal  jenis dan corak warna seragam  bagi tiap tingkatan sekolah di Indonesia.

Sejarah Seragam sekolah permana indonesia

via takaitu.com

 

Pencetus gagasan corak warna dan yang membuat aturan tentang penggunaan seragam sekolah saat itu adalah Idik Sulaeman sebagai Direktur Pembinaan Kesiswaan di Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah. Beliau adalah alumni Pendidikan Seni Rupa Institut Teknologi Bandung yang menjabat sebagai Direktur Pembinaan  periode 1979-1983 tersebut ternyata  juga merupakan pembuat lambang OSIS dan Paskibraka.

Untuk penjelasan tentang makna warna seragam sekolah SD yang berwarna putih merah, SMP yang berwarna putih biru, serta seragam SMA yang berwarna putih abu dapat diliat pada artikel ini.

Pada tahun 1982, semua sekolah negeri serta sekolah swasta kebanyakan di Indonesia mulai memakai seragam sekolah yang sama. Pada tahun yang sama, dijabarkan  lagi jenis seragam, yakni; seragam nasional, seragam sekolah, dan seragam kepramukaan. Pada seragam juga mendapatkan tambahan, yakni meletakkan bendera merah putih pada dada kiri atas kantong saku yang tentunya berfungsi untuk dapat menambah rasa nasionalisme.

Sejarah seragam sekolah permana indonesia sd smp sma

via pinterest

 

Di  tahun 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  mengeluarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014, tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Peraturan ini dibuat dengan sangat lengkap tentang penggunaan seragam sekolah mulai dari SD, SMP, SMA, hingga SMK. Peraturan ini dibuat oleh Mohammad Nuh yang pada saat itu menjabat sebagai ketua dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.

Mendikbud yang saat itu dipimpin oleh Mohammad Nuh menjelaskan, sasaran dari penetapan seragam ini adalah  menumbuhkan rasa nasionalisme, kebersamaan, serta memperkuat persaudaraan sehingga dapat menumbuhkan semangat kesatuan dan persatuan di kalangan peserta didik.

jika ditarik ke belakang, sejarah mencatat bahwa seragam sekolah yang pertama kali diterapkan formal adalah di negara Inggris pada tahun 1222. Uskup Canterbury mengeluarkan penetapan ini sebagaimana ditulis  Greg Sandow dalam  essai Vacation Thoughts — Formal Dress. Tujuan  awalnya memang adalah untuk kerapihan dan menghilangkan kesenjangan.

Melihat dari sejarahnya, memang penyeragaman dilakukan untuk menghilangkan kesenjangan. Namun, jika dilihat ke kondisi di Tanah Air,  masih ada hal lain yang lebih perlu diseragamkan selain masalah seragam sekolah ini. Kesempatan mendapatkan pendidikan layak yang merata di seluruh Indonesia ini dari Sabang hingga Merauke sepertinya wajib untuk lebih diperhatikan. Seperti yang kita tahu, masih banyak di daerah pelosok terutama di daerah barat seperti di Pulau Papua, untuk masalah pendidikan masih tertinggal dibanding dengan Pulau Jawa.

sejarah seragam sekolah permana indonesia sd smp sma

via blogprawito.blogspot.com

 

Tidak perlu melihat jauh hingga Pulau Papua, di daerah pelosok Pulau Jawa pun juga masih banyak kuaitas serta fasilitas pendidikan yang perlu ditingkatkan. Kualitas gedung sekolah kurang layak, akses jalan menuju sekolah yang jauh serta berbahaya, tentu ini masih menjadi tugas kita bersama pemerintah pusat untuk dapat menyeragamkan itu semua. Peningkatan kualitas pendidikan mutlak dibutuhkan agar negara kita ke depannya dapat menjadi bangsa yang hebat.

sejarah seragam sekolah permana indonesia sd smp sma

via litbang.kemendagri.go.id

 

 

Cek media sosial kami

Twitter : @permanaseragam

Youtube : Seragam Permana

Instagram @seragampermana

TELP / WHATSAPP 0878-5202-2377

INGAT SERAGAM SEKOLAH, INGAT SERAGAM PERMANA

Klik tombol dibawah untuk pemesanan